Membangun Anak Untuk Tumbuh Ber-AKAR

Pada suatu ketika saya membaca salah satu buku ensiklopedia anak-anak.  Di dalamnya ada penjelasan tentang akar tumbuhan.  Beberapa hal inti yang disampaikan misalnya saja bahwa akar itu tidak seindah daun atau bunga.  Ia juga tidak berwarna-warni indah seperti mereka.  Namun ia memiliki peran yang sangat penting.  Ia bisa menunjang batang pohon dengan sangat kuat.  Ia selalu berusaha mencari air dan mineral yang nantinya akan menjadi asupan bagi tanaman.

Dijelaskan pula bahwa akar memiliki dorongan mencari air yang sangat kuat sehingga ia mampu menjebol trotoar untuk mendekati air di sebuah hidran.  Akar juga mampu menyesuaikan dirinya untuk masuk ke celah-celah kecil (mencari air di dalam relung-relung tanah) atau menghadapi kondisi iklim yang berbeda (mengakar pada batu karang di gunung bersalju).  Tapi yang sungguh mengagumkan adalah ia bekerja dalam hening dan tidak terlihat dari luar.

Sampai sini terjadilah pencerahan!  Saya menemukan sebuah kebijaksanaan dari akar.  Saya dituntun untuk sampai pada sebuah kesimpulan bahwa manusia sebaiknya meneladani akar.  Ada hal-hal yang sebaiknya ada pada manusia, yang dapat diakronimkan sebagai AKAR, yaitu Angan-angan, Konsistensi, Adaptif dan Rendah hati. Sebagai manusia kita bisa bertumbuh dengan memperhatikan AKAR kita.

ANGAN-ANGAN

Agar hidupnya lebih terarah manusia disarankan untuk dengan sengaja memiliki angan-angan.  Kemampuan menciptakan angan-angan barangkali salah satu karunia yang dimiliki oleh manusia. Saya membayangkan bahwa akar sangat memahami apa yang ia inginkan dan bagaimana merealisasikan keinginan tersebut.

Coba perhatikan sekeliling kita saat ini.  Banyak kenyataan yang berawal dari mimpi. Misalnya saja komunikasi via email, pergi ke bulan atau keajaiban internet sebagai perwujudan mimpi manusia untuk mengadakan komunikasi antar komputer.

Untuk itu beranilah berangan-anganlah sebelum dilarang dan dikenai pajak!

KONSITENSI

Jika Anda telah memiliki angan-angan, maka tahap berikut untuk mewujudkan angan-angan itu adalah dengan berusaha secara konsisten. Perhatikan bahwa akar sangat konsisten untuk mewujudkan angan-angannya mencapai sumber air.  Ia tidak menyerah walaupun kondisinya sulit.  Komitmennya untuk mencari air sebagai tanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan daun, bunga dan sebagainya membuatnya akan berusaha sangat keras untuk menemukannya.

Sayang sungguh sayang bahwa konsistensi ini juga mengharuskan kerja keras dan ketekunan.  Hal-hal yang tidak terlalu disukai oleh kebanyakan penghuni planet bumi.  Tapi kebanyakan orang berhasil ternyata memiliki kualitas ini.

Konsistensi juga dapat menjadi salah satu bentuk pengujian terhadap angan-angan kita.  Jika kita tidak cukup konsisten, maka kita bisa bertanya pada diri sendiri apakah angan-angan tersebut memang sungguh-sungguh kita inginkan atau tidak.  Bandingkan dengan akar bahwa konsistensi mencari air dan mineral memang sungguh-sungguh dilakukan tanpa menyerah.

ADAPTIF
Akar mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat hebat.  Ia bisa membuat dirinya menjadi sangat kecil untuk masuk ke celah-celah tanah dalam rangka mencapai sumber air.  Akar juga sanggup bekerja di pegunungan bersalju dengan menancap pada karang dengan sangat kuat untuk melindungi tanaman dari angin.

Dalam perziarahan di dunia ini, manusia kerap dihadapkan pada situasi-situasi dimana ia harus (mau tidak mau) melakukan adaptasi dalam berbagai hal dilingkungannya untuk bertahan.  Namun kerap kita menemukan diri kita tidak mau atau tidak mampu melakukan penyesuain yang diperlukan dalam rangka mencapai angan-angan kita.

Kemampuan untuk melakukan adaptasi pada hakikatnya merupakan upaya pemecahan masalah, dimana kita memilih salah satu alternatif yang dianggap paling baik, berdasarkan pengenalan kita akan berbagai kondisi internal dan eksternal, termasuk asumsi-asumsi yang ada di dalamnya.

RENDAH HATI
Akar dengan sangat mengagumkan telah menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa.  Dengan menyandang peran yang begitu besar dan penting ia bekerja tanpa banyak bicara, tidak perlu menampilkan diri.  Tapi semua orang tahu bahwa jika ingin menghabisi sebuah tumbuhan, harus dihabisi sampai ke akar-akarnya.

Spirit seperti ini yang perlu dikembangkan dalam proses pengembangan diri, dimana seseorang tetap mampu merasa ada yang belum berkembang dalam dirinya dan mau menerima berbagai informasi secara terbuka.  Hanya dengan memiliki kerendahan hati, seseorang akan mengalami sebuah proses pengembangan yang berkesinambungan.

Perasaan cepat puas dan merasa pendapat saya yang paling benar memang merupakan pagar pembatas yang sesungguhnya kita ciptakan sendiri, dan kadang-kadang kerap diperkuat oleh lingkungan.

Dengan demikian, jika kita ingin terus mengembangkan diri Anda (yang sesungguhnya adalah hak sekaligus kewajiban), ikutilah teladan akar.

Sekian dulu pemaparan tentang tumbuh meneladani AKAR, yang rasanya masih bisa dikembangkan lebih jauh sebagai konsep dasar dalam proses pengembangan diri.

Sumber: Buku Raising Drug-Free Children oleh Veronica Colondam

posted by: Bobby Hartanto @ Pelangi TC

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s