Cara SMART untuk Anak SMART

Usia dini merupakan masa paling penting dalam tahapan perkembangan manusia, para pakar sering menyebut tahap ini dengan usia emas (Golden Age). Anak usia dini memiliki karakter dan keunikan yang berbeda dalam setiap perilakunya, sehingga para pendidik anak usia dini harus memahami  karakter dan keunikan tersebut dalam melakukan proses pembelajaran kepada anak.

Agar anak mendapatkan perkembangan yang optimal, pendidik juga harus memahami setiap aspek perkembangan anak usia dini dalam memberikan pembelajaran, yang meliputi 6 aspek yaitu aspek moral agama, aspek sosial emosi, aspek bahasa, aspek kognitif, aspek seni, dan aspek fisik motorik. Menurut Jean Piaget, dalam belajar anak usia dini akan mampu membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini dapat diartikan anak usia dini belajar melalui apa yang dia lihat, apa yang dia dengar dan apa yang dia lakukan (Learning by Doing). Disamping itu, anak akan lebih memaknai setiap pembelajaran yang diberikan apabila pembelajaran itu diberikan melalui aktivitas bermain karena anak usia dini pada hakikatnya “Belajar sambil Bermain”. Hal ini menjadikan kita sebagai pendidik harus memahami, bagaimana membuat setiap pembelajaran yang diberikan menyenangkan bagi anak dan bagaimana membuat setiap permainan bermakna bagi anak.

Banyak metode/cara yang dapat dilakukan seorang pendidik untuk memenuhi tuntutan diatas, diantaranya adalah metode/cara SMART. Berikut ini adalah penjelasan tentang metode/cara tersebut.

“ S “ yaitu Story / cerita, hal ini sesuai dengan karakter anak usia dini yang memiliki daya imajinasi tinggi, karena dengan story / cerita, anak-anak dapat berimajinasi dan mengenal berbagai macam hal. Kemudian, melalui cerita, dapat mengembangkan aspek bahasa pada anak serta melatih daya konsentrasi mereka. Kegiatan ini dapat dikembangkan menggunakan media yang bermacam-macam diantaranya buku cerita, boneka tangan, wayang, dll.

“M” yaitu Media, media adalah hal yang sangat menunjang pembelajaran pada anak usia dini. Karena anak belajar melalui apa yang mereka lihat dan lakukan (Learning By doing) maka media sangat dibutuhkan agar anak tertarik mengikuti kegiatan yang kita berikan. Namun, media yang digunakan hendaknya harus variatif dan aman bagi anak. Penggunaan media yang lebih dekat dengan anak misalnya bahan alam atau bahan yang sudah tidak terpakai dapat dijadikan alternatif pemilihan media. Jadi tidak harus beli namun bisa dibuat oleh pendidik sendiri.

“A” yaitu Aksi, yang dimaksud aksi disini adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi anak untuk dapat mencoba sendiri dan bereksplorasi terhadap informasi  yang diberikan. Kegiatan ini dapat berupa Jalan-jalan,  kunjungan ke tempat-tempat di sekitar,  percobaan sains sederhana misal dalam pengenalan perubahan wujud benda bisa dilakukan kegiatan mengamati es batu, atau membuat es krim sederhana bersama, atau bisa juga kegiatan sosiodrama sederhana,dll, tentunya dengan media yang mendukung. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan bagi anak karena anak terlibat langsung serta anak dapat melakukannya sendiri. Di samping itu, kita dapat mengenalkan berbagai macam pengetahuan melalui permainan tersebut serta pembiasaan akhlaq sejak usia dini, misal melatih karakter bersabar, serta berani mencoba,dll.

“R” untuk Reward, pemberian reward/penghargaan  terhadap setiap aktivitas positif yang dilakukan anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan serta motivasi mereka dalam melakukan berbagai hal. Penghargaan positif yang diberikan kepada anak akan membentuk energi positif pada diri mereka sehingga mereka akan senantiasa bersemangat dalam melakukan aktivitas yang dilakukan. Reward yang dimaksud tidak harus bersifat materiil, namun bisa jadi berupa ungkapan-ungkapan positif misal ucapan terima kasih, Hebat, Kamu Anak Baik, dll yang diucapkan saat anak mau melakukan aktivitas/pembelajaran yang diberikan dengan baik.

Sedangkan “T” adalah Tema, memberikan tema pada pembelajaran dan kegiatan yang dilakukan akan membuat  pembelajaran semakin bermakna pada anak. Karena dengan adanya tema, anak akan lebih mengenal secara mendalam dan bereksplorasi terhadap informasi yang diberikan. Bahkan tema dapat diintegrasikan dalam setiap aktivitas yang dilakukan anak baik itu di lingkungan rumah maupun sekolah. Misalnya saja, saat  mengambil tema wortel, tanaman sayur karunia Allah SWT, kita dapat mengenalkan macam-macam makanan yang terbuat dari wortel, kandungan gizi wortel, bahkan kita dapat membuat kegiatan yang terkait dengan tanaman wortel misalnya kolase gambar wortel, menyetempel dengan wortel,  juga membuat jus wortel, bahkan mengenalkan lagu dan tepuk yang terkait dengan wortel,dll.

Metode/cara SMART diharapkan dapat  memenuhi tuntutan rasa ingin tahu yang besar serta aktif dan energik pada anak usia dini. Sebagai pelengkap dan penunjang metode/cara SMART adalah kreatifitas dan inovasi dari para pendidik anak usia dini dalam menyajikan pembelajaran bagi anak. Semoga kita dapat memberikan yang terbaik untuk mereka, karena mereka adalah generasi penerus kita. Mari bersama mendidik anak usia dini dengan setulus hati, dengan penuh cinta dan dengan sejuta kreativitas untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Oleh : Friska Sari Windarini,S.Pd.AUD , pendidik anak usia dini di PAUDIT Utsman Bin Affan

 

Tinggalkan komentar

Filed under naskah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s